Powered By Blogger

Selasa, 23 Januari 2018

Pita Merah

Inspired by my friend

Ia duduk berhadapan
Seolah akan diadili
Bukan oleh seorang hakim
Tapi oleh orang yang sering disebut kaki tangan tuhan

Ya..
Mereka sang jas putih

Ia menerima sepucuk surat
Surat itu terkadang berisi teguran
Bisa juga berisi angin surga

Jantung terpacu
Hawa dingin sangat kontradik dengan wajah yang memanas
Sangat menusuk kulit hingga membuat persendian pun mati rasa

Untuk mengangkat kepalanya pun ia tak sanggup
Engsel lengannya pun tak kuasa untuk menopang tangan tersebut hingga jatuh bebas
Jatuh bebas tepat di atas meja pengahalangnya dengan sang jas putih

Hingga ia rasakan sebuah tangan hangat yang sedikit membuat hawa dingin tadi
Minder untuk mendekat

Ini kesempatan kedua yang diberikan oleh Tuhan kepadamu
Jangan pernah menyerah karena kau tak pernah sendirian
Mulai saat ini kau adalah tanggung jawabku
Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu

Seulas senyum pun merekah dari sang jas putih


Benar...

Ia tak boleh menyerah
Karena sesungguhnya ini adalah raganya
Tak boleh ada satu substansipun yang dapat merusaknya tanpa seizinnya
Maka ia harus mulai berdamai dengan hidup

Ia harus berdamai dengan musuhnya itu
Agar ia bisa memenangkan pertandingan seumur hidupnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar