Powered By Blogger

Selasa, 30 Januari 2018

Menyesal? Tidak!


My story

Malaikat itu tersenyum
Aku hanya bisa tertunduk
Malu
Bagaimana tidak
Aku telah menghancurkan hatinya
Mematahkan harapannya

Siapa bilang nasib bungsu menyenangkan?
Terkadang harus menjadi individu yang penurut
Ujung tombak harapan
Berada diujung tidak enak bukan?

Apalagi ketika sebuah harapan besar tersemat di bahu dan hati yang juga menghantui pikiran
Ya memang ini juga merupakan impianku sejak kecil
Tapi aku pun sadar akan kemampuanku
Bukannya pesimis
Sudah ku coba namun tetap tidak bisa

Menjadi dokter.

Jangan bercanda!
Kuliah kedokteran di kampus swasta bisa membuat keluargaku kehilangan rumah

Tujuanku bukan karena gelar dokter itu
Aku sangat mengagumi dokter
Berkerja dengan hati
Menolong orang
Dan tentunya memupuk pundi-pundi amal
Untuk hari nanti

Tapi, apa aku menyesal?
Tidak!
Kecintaan aku terhadap dunia medis tidak berkurang
Aku
Mahasiswa ilmu komunikasi
Ternyata bisa ikut berperan

Meningkatkan awareness terhadap penyakit tertentu.
Bergabung dengan LSM yang bergerak dibidang kesehatan dan menjaga hubungan LSM dengan funder
Dan masih banyak lagi.

Jadi, apa aku menyesal? Tidak!
Aku bangga menjadi mahasiswa ilmu komunikasi

Selasa, 23 Januari 2018

Pita Merah

Inspired by my friend

Ia duduk berhadapan
Seolah akan diadili
Bukan oleh seorang hakim
Tapi oleh orang yang sering disebut kaki tangan tuhan

Ya..
Mereka sang jas putih

Ia menerima sepucuk surat
Surat itu terkadang berisi teguran
Bisa juga berisi angin surga

Jantung terpacu
Hawa dingin sangat kontradik dengan wajah yang memanas
Sangat menusuk kulit hingga membuat persendian pun mati rasa

Untuk mengangkat kepalanya pun ia tak sanggup
Engsel lengannya pun tak kuasa untuk menopang tangan tersebut hingga jatuh bebas
Jatuh bebas tepat di atas meja pengahalangnya dengan sang jas putih

Hingga ia rasakan sebuah tangan hangat yang sedikit membuat hawa dingin tadi
Minder untuk mendekat

Ini kesempatan kedua yang diberikan oleh Tuhan kepadamu
Jangan pernah menyerah karena kau tak pernah sendirian
Mulai saat ini kau adalah tanggung jawabku
Aku tidak akan membiarkan hal buruk terjadi padamu

Seulas senyum pun merekah dari sang jas putih


Benar...

Ia tak boleh menyerah
Karena sesungguhnya ini adalah raganya
Tak boleh ada satu substansipun yang dapat merusaknya tanpa seizinnya
Maka ia harus mulai berdamai dengan hidup

Ia harus berdamai dengan musuhnya itu
Agar ia bisa memenangkan pertandingan seumur hidupnya